info kesehatan/unik/serba serbi

Thursday, 11 October 2012

Balita Penderita AIDS Meninggal Dunia di Aceh

ilustrasi (Okezone)
ilustrasi
BANDA ACEH - Seorang balita penderita AIDS berinisial SR asal Aceh Tamiang meninggal dunia dalam perawatan di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh. Balita laki-laki berusia empat tahun itu diduga tertular virus HIV dari ibunya.

"Anak ini kondisinya sempat drop, sangat memprihatinkan," kata Wakil Direktur bidang pelayanan RSU Zainal Abidin, dr. Andalas, SpOG kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (11/10/2012).

SR meninggal dunia pada Rabu (10/10) malam sekira pukul 21.00 WIB. Kondisi tubuh anak ini sempat membaik selama perawatan, namun kembali kritis beberapa saat sebelum menghembus nafas terakhir.

Dokter tidak mampu berbuat banyak karena dari hasil pemeriksaan sel darah putih, diketahui sistem kekebalan tubuh balita tersebut hanya berada pada level 50 persen.

"Normal orang di atas 500, kalau dibawah 200 itu sudah jelek. Nah anak ini 50 berarti sistem imumnya sudah jelek sekali, sudah sangat lemah," katanya.

Dokter spesialis anak yang menangani balita itu, dr. Mulya Syafii menyebutkan, SR dirujuk ke RSU Zainal Abidin dengan kondisinya yang sudah cukup parah pada 12 September 2012.

"Anak ini mengalami diare berat, demam, berat badannya hanya tujuh kilogram, mulut penuh sariawan, air liur berwarna hijau terus keluar dari mulutnya. Dia sudah beberapa hari tidak mau makan," ujar Mulya.

Sebelum dirujuk ke Banda Aceh, SR sudah mengalami diare selama dua bulan dan dirawat di rumah sakit di Aceh Tamiang. "Dia dibawa oleh ayahnya, sementara ibunya katanya sedang bekerja di Malaysia," sebutnya.

Dua pekan dirawat di RSU Zainal Abidin, berat badannya sempat naik satu kilogram menjadi delapan kilogram. Dokter juga mampu meningkatkan sedikit sistem imun, namun belakang drop lagi. SR diduga kuat tertular Aids dari ibunya, karena hasil pemeriksaan ayahnya diketahui negatif terinfeksi HIV. "Patut diduga ini dari ibunya," kata Andalas.

Menurutnya, seorang ibu yang terkena Aids bisa tertular langsung ke anaknya kalau selama kehamilan tidak mendapat penanganan secara baik seperti terapi dan obat retrovirus.

Andalas menyayangkan orangtua balita tersebut tidak langsung berkonsultasi ke dokter atau unit pelayanan HIV untuk mendapatkan pengobatan secara teratur. "Yang kita sayangkan dia terlambat untuk mendapat pengobatan," sebutnya.

Unit pelayanan HIV di Aceh kini ada di RSU Zainal Abidin, RS Kesdam Iskandar Muda dan RS Bhayangkara, Banda Aceh, RS Cut Mutya Lhokseumawe.

Sumber