info kesehatan/unik/serba serbi

Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Saturday, 10 November 2012

Diego Michiels Resmi Ditahan Polsek Tanah Abang

Diego Michiels Resmi Ditahan Polsek Tanah Abang

Anggota Tim Nasional Indonesia, Diego Michiels, berlatih di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (9/11/2012). 
 
JAKARTA - Penyidik Polsek Tanah Abang resmi menahan Diego Michiels bersama empat temannya terkait kasus pengeroyokan yang dilakukan di tempat hiburan malam yang terletak di Senayan City, Jakarta Pusat pada Kamis (8/11/2012) dini hari.Demikian diungkapkapkan Kapolsek Tanah Abang AKBP Suyudi di Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2012).
"Dalam kasus ini kami penyidik menetapkan lima orang tersangka dan sore ini mereka dilakukan penahanan," kata Suyudi.
Menurutnya, Diego akan ditahan di Polsek Metro Tanah Abang dan akan diperlakukan seperti tahanan-tahanan lain. "Penahan sama dengan yang lain," ujarnya.
Mengenai upaya perdamaian yang akan diupayakan pihak Diego, Kapolsek mengungkapkan bahwa hal itu merupakan hak tersangka, tetapi tentu saja proses hukum yang saat ini ditangani akan tetap berjalan.
Menyikapi upaya penangguhan yang akan ditempuh pihak PSSI supaya Diego bisa tampil memperkuat tim nasional, Kapolsek mengungkapkan bahwa itu pun menjadi hak yang bersangkutan.
"Penangguhan penahan, itu hak dia. Tetapi tetap ada pertimbangan dari penyidik," ujarnya.

Sumber ;

Sunday, 26 August 2012

Astaga! Ayah Bunuh Anak Kandung Sendiri di Ciracas

JAKARTA - Harimau tidak akan tega memakan anaknya sendiri, namun tidak begitu dengan Ivan Reza Pahlevi (32). Ia tega membunuh putri bungsunya, Kaysa Ivanna Salsabila (4), saat sang bocah tertidur lelap di kamarnya di Jalan Raya PKP, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (25/8/2012), sekitar pukul 21.00 WIB.
Kepala Unit Reskrim Polsek Ciracas, Iptu Jupriono saat dihubungi mengatakan bahwa Ivan yang telah bercerai dengan istrinya, Ubaidilah sejak sekitar 5 tahun lalu itu, mencelurit Kaysa di bagian leher sebelah kiri dan kanan, serta di kepala bagian belakang hingga tewas.
"Setelah melakukan aksinya, pelaku menghampiri ibunya pelaku (Nurbaeti, 61 tahun), dan menyatakan bahwa pelaku telah membunuh anak kandungnya sendiri," katanya, Sabtu(25/8/2012).
Sejumlah saudara laki-laki Ivan yang tinggal di rumah itu kemudian membekuk pelaku, dan mengikatnya dengan tali rapia di ruang tamu, karena Ivan terus meronta-ronta.
Enam (48), salah seorang tetangga Ivan saat ditemui Tribunnews.com di kediaman Ivan mengatakan usai keluarga mengetahui Kaysa tewas, Eli kakak perempuan Ivan menangis histeris di depan rumah.
"Dia bilang Ivanna dibunuh bapaknya, dia minta tolong warga untuk tangkap Ivan, tapi waktu kita masu dalam si Ivan sudah diikat," tuturnya.
Menurutnya, warga pun heran mengapa duda beranak dua itu tega melakukan hal tersebut. Padahal menurut Enam dalam kesehariannya pelaku tidak menampakkan perilaku yang janggal.
Ivan kini telah digelandang ke Mapolsek Metro Ciracas, untuk mempertanggungjawabkan aksinya. Sementara itu jenazah Kaysa Ivanna telah diangkut dengan mobil Jenazah dinas Pertamanan dan Pemakaman, DKI Jakarta ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk di visum.

Sumber ;

Thursday, 23 August 2012

SADIS !! Ini dia Gadis Umur 16 Tahun di Bunuh, Dipanggang dan Dimakan

Seorang remaja dibunuh dan dimakan oleh dua orang pria, demikian kata prosekutor Rusi. Sebelum dibunuh, Karina ada kemungkinan dirinya diperkosa dulu. Karina Barduchyan, 16 tahun, dinyatakan hilang setelah pulang dari sekolah di St. Petersburg. Polisi percaya dia dibunuh dan dimutilasi malam itu juga. Bagian-bagian tubuh milik sang gadis ditemukan di dalam beberapa kantong plastik yang dibuang di sekitar kota. Paling tidak dua kantong plastik telah ditemukan di dua tempat yang berbeda. Dua pria berumur 19 tahun telah ditangkap karena kejadian biadab ini.
Ini Foto Tersangka nya



Karina kenal dengan dua tersangka Yuri Mozhnov, si penjual bunga. dan Maxim Golovatskikh, si penjual daging di pasar. Karina dirayu untuk ke apartemen mereka dimana dia kemudian di benamkan ke dalam bak mandi. "Kedua pria tersebut mengatakan bahwa mereka memakan gadis tersebut karena mereka lapar", demikian kata juru bicara pengadilan Sergei Kapitonov.



Kedua pria itu membunuh Karina, kemudian memotong-motong bagian nya untuk dipilih yang mana yang akan dimakan! Kemudian, tubuh Karina yang telah di pilih itu dipanggang dengan kentang dan dimakan dengan lahap oleh keduanya tanpa perasaan bersalah. Keduanya sekarang telah ditahan dengan tuduhan membunuh.

Pengacara sekolah St. Petersburg, Andrei Lavrenko, mengatakan bahwa para penyidik percaya terdakwa memutuskan untutk membunuh Karina setelah sang gadis bertengkar dengan Golovatskikh. Bercak darah ditemukan di pipa air dan lantai apartemen. Golovatskikh sendiri mempunyai sejarah sakit jiwa dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa setempat.

MAAF GAMBAR DI SENSOR


Wew, mengerikan sekali ya. Sebenarnya kejadian pembunuhan karena tertipu oleh pria sudah sering terjadi. Oleh sebab itu bagi para gadis, harus berhati-hati kalau diajak ke suatu tempat oleh pria yang tidak begitu dikenal, apalagi oleh pria yang tidak dikenal. Tetapi heran nya banyak sekali gadis yang berani diajak keluar oleh teman-teman yang hanya mereka kenal lewat salah sambung alias miscall!
sumber;

Saturday, 11 August 2012

Puluhan Warga Amuk Suami Istri Pengelola Koperasi


JAKARTA - Puluhan warga RT 08/RW 02, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi korban penipuan suami istri yang mengaku sebagai pengelola Koperasi Putera Pandawa. Warga yang tertipu pun menuntut pengembalian uang jutaan rupiah dan menggiring pasutri itu di kediamannya di Jl Kali Induk No 46B, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Petugas Polsek Kramat Jati langsung menjemput pelaku untuk diperiksa lebih lanjut.
"Pelaku berinisial BR dan DM. Keduanya adalah sepasang suami istri yang mengaku pengelola koperasi. Dari pengakuan warga sudah bervariasi nabungnya, ada yang Rp 7 juta, Rp 5 juta, berbagai kelas. Nah, waktu mau ngambil, uangnya nggak ada," jelas Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, AKP Bambang Cipto di Polsek, Jumat (10/8/2012).
Dikatakan Bambang, sistem pemungutan biaya koperasi tersebut bersifat fleksibel dan sesuai dengan keinginan dan kemampuan warga.
"Rata-rata yang tertipu bekerja sebagai pedagang dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah," lanjutnya.
Bambang menuturkan bahwa korban yang menengah ke bawah, menabung dan berencana mengambilnya untuk digunakan pada hari Raya Idul Fitri nanti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui, koperasi tersebut memiliki cabang di berbagai wilayah di Jakarta dengan jumlah nasabah sebanyak 1.300 orang.
Petugas Reskrim Polsek Kramat Jati telah memeriksa lima warga yang menjadi korban.
"Pelaku dikenakan pasal 378 yaitu penipuan dan pasal 372 yaitu penggelapan. Ancaman hukuman lima tahun penjara," kata Bambang.

Sumber ;

Friday, 27 July 2012

Gila!! Paman Jual Keponakannya Sendiri Lewat Jejaring Sosial


Kali ini datang dari negeri China. Seorang paman dari Kota Zhangsu dari provinsi Jiangxi melelang keponakannya sendiri di sebuah situs lelang terbesar di China, Taobao.com. Bahkan dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun, keponakannya dibuka dengan tawaran ¥1 plus ongkos pengiriman.

taobao.com
Pria yang memiliki account dengan nama Mr. Hu tersebut menuliskan pada deskripsi penjualan di web, bahwa keponakan perempuannya berasal dari keluarga baik-baik, orang tuanya tidak mempunyai penyakit turunan, sang anak lucu menggemaskan, mempunyai mata yang indah dan kulit halus.

Tapi hal yang dilakukan oleh Mr. Hu tersebut akhirnya diketahui oleh publik dan menyebar ke berbagai media massa. Pihak dari Taobao segera menghapus halaman penjualan dan mengunci akun Mr. Hu. Pemerintah China tidak ambil diam dengan apa yang dilakukan olehnya, Mr. Hu terancam akan hukum dengan tuduhan human trafficking.

Mr. Hu menjelaskan pada khalayak bahwa sebenarnya sang keluarga tidak membutuhkan anak perempuan. Mereka lebih mengharapkan anak laki-laki. Ini karena mereka berasal dari keluarga yang sangat miskin. Dan inilah yang menjadi alasan diadakan lelang terhadap keponakan perempuannya.
;

Oknum Ormas Aniaya Relawan Jokowi

Oknum Ormas Aniaya Relawan Jokowi
JAKARTA - Baharaja Sotarduga menjadi korban penganiayaan oknum organisasi masyarakat tertentu.
Relawan calon gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama ini dipukul tanpa alasan yang jelas pada Kamis (26/7/2012).
Warga Ceger, Cipayung, Jakarta Timur ini langsung melaporkan kasus penganiayaan yang terjadi di Pos Securiy Perumahan Tamini Masion, Ceger, Cipayung. Tanda bukti lapor, No Pol : LPB/117/VII/2012/SPK yang ditandatangi oleh Aiptu H. Manurung dari Polsek Cipayung.
"Kami mendesak aparat yang berwajib untuk memproses pelaku penganiayaan, sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," ujar anggota Tim Kampanye Jokowi-Ahok, Prasetyo Edi Marsudi dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (27/7/2012).
Aats peristiwa ini, Edi kemudian mengimbau agar para relawan dan pendukung Jokowi-Ahok tidak terpancing emosi dengan kasus ini. "Perbedaan pendapat dan dukungan hendaknya tidak menimbulkan persengketaan apalagi melakukan pelanggaran hukum," jelasnya.
 
 
;

Tuesday, 24 July 2012

Ojek Palsu yang Membahayakan Penumpang

Ojek Palsu yang Membahayakan Penumpang
JAKARTA -- Hati-hati memilih tukang ojek. Sopir kendaraan yang gesit dan menjadi alternatif di kala musim macet tiba ini, ternyata ada yang jahat. Mereka bukan tukang ojek beneran, tapi perampok yang menyamar jadi tukang ojek, bersekongkol dengan temannya.
Saiful (48) dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, akibat luka tikaman pisau di dada dan perutnya oleh tukang ojek palsu. Pelakunya, dua laki-laki yang merampok telepon seluler dan dompetnya, di Jalan Budi Kemuliaan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kejahatan yang menimpa Saiful terjadi pada Senin (23/7/2012) sekitar pukul 23.15 WIB.
Awalnya ia bermaksud pulang ke rumah di Tanah Abang. Ia menumpang ojek dari depan Hotel Sahid Jaya. Di Jalan Budi Kemuliaan, tukang ojek tiba-tiba menghentikan sepeda motornya. Sesaat kemudian datang seorang pengendara sepeda motor yang ternyata teman tukang ojek tersebut.
Tukang ojek itu lalu menodongkan pisau ke arah Saiful seraya meminta telepon seluler dan dompet. Saiful yang berusaha melawan terkena tusukan pisau pada bagian perut dan dada. Saiful pun tumbang.
Saiful yang terkapar ditemukan oleh polisi yang sedang patroli. Ia segera dibawa ke RSCM.
 
 
Sumber

;

Monday, 23 July 2012

Baru Nikahi Istri Kedua, Cabuli ABG Hingga Hamil

Baru Nikahi Istri Kedua, Cabuli ABG Hingga Hamil
Seorang pemuda berinisial PR (26) yang baru saja menikahi isteri keduanya, tega menggauli hingga hamil anak di bawah umur sebut saja Bunga (14), di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Kanit Reskrim Polsek Panti Ipda Roni AZ, Minggu, mengatakan, tersangka telah menggauli gadis yang baru beranjak remaja itu hingga hamil.
"Saat ditangkap beberapa hari lalu di Kecamatan Rao, PR berusaha melarikan diri. Namun petugas di lapangan menangkapnya dan diamankan untuk pengusutan," kata Roni, Minggu (22/7/2012).
Menurut Roni, terkuaknya perbuatan yang tidak bermoral itu berawal ketika orang tua Bunga melihat keanehan apada perkembangan tubuh anak gadisnya. Perut Bunga terlihat membuncit seperti orang yang sedang hamil.
Kecurigaan itu akhirnya mendapatkan jawaban setelah Bunga menjelaskan peristiwa yang telah menimpa dirinya.
"Ternyata perbuatan itu dilakukan tersangka sejak Februari lalu di rumah kosong di Air Panjang, Jorong Kuamang, Nagari Panti, Kabupaten Pasaman. Pada saat itu tersangka menggauli korban untuk pertama kalinya," jelas Roni.
Selanjutnya, diduga kuat tersangka melakukan hal yang sama berulang kali. "Dugaan sementara, korban terpaksa melayani pelaku karena berada di bawah ancamannya," katanya.
Tidak terima dengan perlakuan tersangka terhadap anaknya, akhirnya kasus itu dilaporkan kedua orang tua korban ke Polsek Panti.
"Pelaku disangkakan melanggar UU Perlindungan Anak dan dapat diancam dengan kurungan penjara selama 15 tahun," ujar Roni.
Sumber : http://kawasanumum.blogspot.com/2012/07/baru-nikahi-istri-kedua-cabuli-abg.html;

Perempuan Hamil Dijambret hingga Tewas di Jalan

Perempuan Hamil Dijambret hingga Tewas di Jalan
SEMARANG- Pelaku penjambretan terhadap seorang perempuan muda Natisa (28) yang tengah hamil 5 bulan hingga tewas pada 6 Juni lalu akhirnya ditangkap polisi. Dari tujuh pria yang diperiksa, empat orang diantaranya dinyatakan terlibat dalam kejahatan yang terjadi di Jalan Sultan Agung Semarang.
Keempat pelaku yakni Adi (24) warga Siwalan, Ainu (23) warga Lamper, Trisno (40) warga Gayamsari dan Udin (20) warga Pedurungan. "Kasus ini terbongkar dari hasil pengembangan pelaku penjambretan yang berhasil ditangkap Polsek Mijen," ungkap Kanit Reskrim Polsek gajahmungkur AKP Teguh Widodo, Minggu (22/7/2012).
Berdasarkan hasil penyidikan, para pelaku di Polsek Mijen pihaknya bersama dengan Unit Resmob Poltestabes Semarang melakukan penelusuran. Hasilnya dari para pelaku muncul nama-nama lain yang akhirnya dipastikan sebagai pelaku penjambretan terhadap perempuan yang sedang hamil tersebut.
"Adi dan Udin merupakan pelaku utama, sedangkan Ainu dan Trisno membantu memperlancar aksi. Tapi kami masih meminta keterangan, siapa yang bertindak sebagai joki dan pemetik," ujar Teguh.
Ia menambahkan, selain merupakan hasil pengembangan dari kasus yang ada di Polsek Mijen, kasus ini juga terbongkar dari penelusuran dan pelacakan melalui ponsel Blackberry milik korban yang telah dijual pelaku.
"Kami kejar keberadaan Blackberry tersebut. Setelah didapat dari tangan pembeli kami kemudian meminta keterangan asal barang itu," tambahnya. Kasus ini masih dalam pengembangan pihak kepolisian karena tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat.
Seperti diketahui, korban ditemukan tewas di pinggir jalan saat kejadian dengan mengalami luka serius pada kepala bagian kiri. Kuat dugaan wanita tersebut merupakan korban penjambretan.
Salah seorang saksi Aji (24) dalam keterangannya pada polisi mengatakan saat itu ia melihat korban mengendarai sepeda motor sendirian melaju ke arah Gombel Semarang. Namun korban kemudian diikuti empat orang yang mengendarai dua sepeda motor.
"Motor satunya sejajar dengan korban, sedang satunya mengikuti dari belakang, tas korban kemudian diambil paksa dan wanita itu terjatuh," ungkap pedagang nasi yang berjualan didekat lokasi kejadian.

Sumber

;

Tuesday, 17 July 2012

Gadis di Bawah Umur Jadi Korban H Idham Abu Bakar


Gadis di Bawah Umur Jadi Korban H Idham Abu Bakar
JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri berhasil membekuk pelaku seorang pelaku Human Trafficking di Jalan Hibrida Raya, Blok P2, Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin (16/7/2012).
Informasi yang dihimpun trbunnews.com dari hasil penggeledahan petugas, polisi menemukan lima orang calon TKW, satu orang diantarannya masih dibawah umur.
Polisi pun juga menyita dokumen-dokumen dan membekuk tersangkanya H Idham Abu Bakar alias IAB.
Ia adalah otak dari sindikat pengiriman TKI yang paling dicari oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kairo dan Departemen Luar Negeri. Ia mengirimkan Warga Negara Indonesia ke Kairo damTunisia.
Tersangka mengirimkan otrang-orang yang berhasil ditipunya melalui perusahaan jasa perjalanan miliknua PT Bani Golden Tour yang beroperasi tanpa ijin.
Sebelum diberangkatkan, tersangka terlebih dahulu menampung korbannya di Sungai Indragiri 1 Nomor 6 Semper yang ternyata sudah kosong.
Setelah dilakukan, pengembangan diketahui Penampungannya ternyata berada di Apartemen MOI blok Hawai Bay Lantai 10 Nomor 09.
Kini tersangka dibawa ke Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri untuk diperikasa lebih lanjut.
Terkait penangkapan tersebut Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Tersangka atas nama H Idham Abu Bakar alias IAB, ia adalah otak sindikat pengiriman TKI peroranga ke Kairo dan Tunisia melalui Travel miliknya PT Bani Golden Tour tanppa ijin di Jalan Hibrida Raya Blok P2, Kelapa Gading," ungkapnya.


Sumber
 
;

Saturday, 14 July 2012

Kasus Pelecehan Seksual Mengguncang India



Korban mengalami pelecehan di satu jalan yang ramai di Assam.








ASSAM, INDIA,  - Kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang remaja putri memicu kemarahan besar di India. Polisi telah mengidentifikasi 12 tersangka dan empat di antaranya telah ditangkap.

`Kami telah mengetahui identitas para pelaku. Mereka akan kami tangkap,` kata JN Chaudhury, kepala kepolisian Assam, hari Jumat (13/7) seperti dilaporkan wartawan BBC di Kalkuta, Subir Bhaumik.

Tindak pelecehan seksual terhadap remaja putri ini direkam dan videonya tersebar di internet.

Dalam rekaman ini terlihat sejumlah orang mendorong korban ke satu sama lain dan beberapa di antaranya mencoba melepas pakaian korban.

Pelaku juga menarik rambut korban, mengeluarkan kata-kata kotor, dan meraba buah dadanya.

Polisi mengatakan insiden ini terjadi di jalan yang ramai di ibukota negara bagian Assam, Guwahati, pada Senin malam (9/7).

Chaudhury mengungkapkan kejadian ini berawal dari pesta ulang tahun yang dihadiri korban di satu bar.

Bukan yang pertama

Di tempat pesta, korban terlibat adu mulut dengan beberapa pemuda yang membuat pemilik bar mengusir mereka untuk menghindari keributan.

`Ketika korban keluar, ia diserang beberapa orang dan terjadilah pelecehan ini. Kami akan berusaha keras menangkap semua pelaku,` kata Chaudhury.

Selain memicu kemarahan di seluruh India, beberapa warga Guwahati berinisiatif memasang pernyataan di baliho di kota tersebut meminta pihak berwenang menindak tegas para pelaku.

Ketua Komisi Perempuan Assam, Neera Baruah juga menjanjikan sanksi berat kepada pelaku pelecehan seksual ini.

Insiden ini bukan yang pertama terhadap perempuan di tempat umum di Assam.

Beberapa pekan lalu anggota parlemen dari partai yang berkuasa menjadi korban pemukulan 100 orang di kota Karimganj, setelah menikahi pria Muslim.

Anggota parlemen ini dituduh menikah tanpa menceraikan dulu suami pertamanya.

Lima tahun silam seorang perempuan ditelanjangi dan diserang di tempat umum di Guwahati, yang juga menyebabkan kemarahan besar di seluruh India.

Statistik menunjukkan angka kejahatan terhadap perempuan di Assam dua kali lebih besar dari rata-rata nasional.

Sumber
;