info kesehatan/unik/serba serbi

Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program

Tuesday, 28 February 2012

Cerita Sex Pembantu Binal


Cerita Pembantu Binal yang ML dengan majikannya yang haus seks. Pembantu binal ini sungguh menggoda. Dan berikut adalah kisahnya! Aku berusia 37 tahun saat ini, sudah beristeri dan mempunyai 4 orang anak. Rumahku terletak di pinggiran kota Jakarta yang bisa disebut sebagai kampung. Orang tuaku tinggal di sebuah perumahan yang cukup elite tidak jauh dari rumahku. Orang tuaku memang bisa dibilang berkecukupan, sehingga mereka bisa mempekerjakan pembantu. Nah pembantu orang tuaku inilah yang menjadi ‘pemeran utama’ dalam ceritaku ini.

Bapakku baru dua bulan yang lalu meninggal dunia, jadi sekarang ibuku tinggal sendiri hanya ditemani Enny, pembantunya yang sudah hampir 4 tahun bekerja disitu. Enny berumur 26 tahun, dia masih belum bersuami. Wajahnya tidak cantik, bahkan giginya agak tonggos sedikit, walaupun tidak bisa disebut jelek juga. Tapi yang menarik dari Enny ini adalah bodynya, seksi sekali. Tinggi kira-kira 164 cm, dengan pinggul yang bulat dan dada berukuran 36. Kulitnya agak cokelat. Sering sekali aku memperhatikan kemolekan tubuh pembantu ibuku ini, sambil membandingkannya dengan tubuh isteriku yang sudah agak mekar.
Hari itu, karena kurang enak badan, aku pulang dari kantor jam 10.00 WIB, sampai di rumah, kudapati rumahku kosong. Rupanya isteriku pergi, sedang anak-anakku pasti sedang sekolah semua. Akupun mencoba ke rumah ibuku, yang hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari rumahku. Biasanya kalau tidak ada di rumah, isteriku sering main ke rumah ibuku, entah untuk sekedar ngobrol dengan ibuku atau membantu beliau kalau sedang sibuk apa saja.
Sampai di rumah ibuku, ternyata disanapun kosong, cuma ada Enny, sedang memasak.
Kutanya Enny, “En, Bu Dewi (nama isteriku) kesini nggak?”
“Iya Pak, tadi kesini, tapi terus sama temannya” jawab Enny.
“Terus Ibu sepuh (Ibuku) kemana?” Tanyaku lagi.
“Tadi dijemput Bu Ina (Adikku) diajak ke sekolah Yogi (keponakanku)”
“Oooh” sahutku pendek.
“Masak apa En? tanyaku sambil mendekat ke dapur, dan seperti biasa, mataku langsung melihat tonjolan pinggul dan pantatnya juga dadanya yang aduhai itu.
“Ini Pak, sayur sop”
Rupanya dia ngerasa juga kalau aku sedang memperhatikan pantat dan dadanya.
“Pak Irwan ngeliatin apa sih” Tanya Enny.
Karena selama ini aku sering juga bercanda sama dia, akupun menjawab,
“Ngeliatin pantat kamu En. Kok bisa seksi begitu sih En?”
“Iiih Bapak, kan Ibu Dewi juga pantatnya gede”
“Iya sih, tapi kan lain sama pantat kamu En”
“Lain gimana sih Pak?” tanya Enny, sambil matanya melirik kearahku.
Aku yakin, saat itu memang Enny sedang memancingku untuk kearah yang lebih hot lagi.
Merasa mendapat angin, akupun menjawab lagi, “Iya, kalo Bu Dewi kan cuma menang gede, tapi tepos”
“Terus, kalo saya gimana Pak?” Tanyanya sambil melirik genit.
Kurang ajar, pikirku. Lirikannya langsung membuat tititku berdiri.
Langsung aku berjalan kearahnya, berdiri di belakang Enny yang masih mengaduk ramuan sop itu di kompor.
“Kalo kamu kan, pinggulnya gede, bulat dan kayaknya masih kencang”, jawabku sambil tanganku meraba pinggulnya.
“Idih Bapak, emangnya saya motor bisa kencang” sahut Enny, tapi tidak menolak saat tanganku meraba pinggulnya.
Mendengar itu, akupun yakin bahwa Enny memang minta aku ‘apa-apain’.
Akupun maju sehingga tititku yang sudah berdiri dari tadi itu menempel di pantatnya. Adduuhh, rasanya enak sekali karena Enny memakai rok berwarna abu-abu (seperti rok anak SMU) yang terbuat dari bahan cukup tipis. Terasa sekali tititku yang keras itu menempel di belahan pantat Enny yang, seperti kuduga, memang padat dan kencang.
“Apaan nih Pak, kok keras? tanya Enny genit.
“Ini namanya sonny En, sodokan nikmat” sahutku.
Saat itu, rupanya sop yang dimasak sudah matang. Ennypun mematikan kompor, dan dia bersandar ke dadaku, sehingga pantatnya terasa menekan tititku. Aku tidak tahan lagi mendapat sambutan seperti ini, langsung tanganku ke depan, ku remas kedua buah dadanya. Alamaak, tanganku bertemu dengan dua bukit yang kenyal dan terasa hangat dibalik kaos dan branya.
Saat kuremas, Enny sedikit menggelinjang dan mendesah, “Aaahh, Pak” sambil kepalanya ditolehkan kebelakang sehingga bibir kami dekat sekali. Kulihat matanya terpejam menikmati remasanku. Kukecup bibirnya (walaupun agak terganggu oleh giginya yang sedikit tonggos itu), dia membalas kecupanku. Tak lama kemudian, kami saling berpagutan, lidah kami saling belit dalam gelora nafsu kami. TItitku yang tegang kutekantekankan ke pantatnya, menimbulkan sensasi luar biasa untukku (kuyakin juga untuk Enny).
Sekitar lima menit, keturunkan tangan kiriku ke arah pahanya. Tanpa banyak kesukaran akupun menyentuh CDnya yang ternyata telah sedikit lembab di bagian memeknya.
Kusentuh memeknya dengan lembut dari balik CDnya, dia mengeluh kenikmatan, “Ssshh, aahh,
Pak Irwan, paak.. jangan di dapur dong Pak”
Dan akupun menarik tangan Enny, kuajak ke kamarnya, di bagian belakang rumah ibuku.
Sesampai di kamarnya, Enny langsung memelukku dengan penuh nafsu, “Pak, Enny sudah lama lho pengen ngerasain punya Bapak”
“Kok nggak bilang dari dulu En?” tanyaku sambil membuka kaos dan roknya.
Dan.. akupun terpana melihat pemandangan menggairahkan di tubuh pembantu ibuku ini.
Kulitnya memang tidak putih, tapi mulus sekali. Buah dadanya besar tapi proporsional dengan tubuhnya. Sementara pinggang kecil dan pinggul besar ditambah bongkahan pantatnya bulat dan padat sekali. Rupanya Enny tidak mau membuang waktu, diapun segera membuka kancing bajuku satu persatu, melepaskan bajuku dan segera melepaskan celana panjangku.
Sekarang kami berdua hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia bra dan CD, sedangkan aku hanya CD saja. Kami berpelukan, dan kembali lidah kami berpagut dalam gairah yang lebih besar lagi. Kurasakan kehangatan kulit tubuh Enny meresap ke kulit tubuhku. Kemudian lidahku turun ke lehernya, kugigit kecil lehernya, dia menggelinjang sambil mengeluarkan desahan yang semakin menambah gairahku, “Aahh, Bapak”.
Tanganku melepas kait branya, dan bebaslah kedua buah dada yang indah itu. Langsung kuciumi, kedua bukit kenyal itu bergantian. Kemudian kujilati pentil Enny yang berwarna coklat, terasa padat dan kenyal (Beda sekali dengan buah dada isteriku), lalu kugigit-gigit kecil pentilnya dan lidahku membuat gerakan memutar disekitar pentilnya yang langsung mengeras.
Kurebahkan Enny ditempat tidurnya, dan kulepaskan CDnya. Kembali aku tertegun melihat keindahan kemaluan Enny yang dimataku saat itu, sangat indah dan menggairahkan. Bulunya tidak terlalu banyak, tersusun rapi dan yang paling mencolok adalah kemontokan vagina Enny. Kedua belah bibir vaginanya sangat tebal, sehingga klitorisnya agak tertutup oleh daging bibir tersebut. Warnanya kemerahan.
“Pak, jangan diliatin aja dong, Enny kan malu” Kata Enny.
Aku sudah tidak mempunyai daya untuk bicara lagi, melainkan kutundukkan kepalaku dan bibirkupun menyentuh vagina Enny yang walaupun kakinya dibuka lebar, tapi tetap terlihat rapat, karena ketebalan bibir vaginanya itu. Enny menggelinjang, menikmati sentuhan bibirku di klitnya. Kutarik kepalaku sedikit kebelakang agar bisa melihat vagina yang sangat indah ini.
“Enny, memek kamu indah sekali, sayang”
“Pak Irwan suka sama memek Enny? tanya Enny.
“Iya sayang, memek kamu indah dan seksi, baunya juga enak” jawabku sambil kembali mencium dan menghirup aroma dari vagina Enny.
“Mulai sekarang, memek Enny cuma untuk Pak Irwan” Kata Enny.
“Pak Irwan mau kan?”
“Siapa sih yang nggak mau memek kayak gini En?” tanyaku sambil menjilatkan lidahku ke vaginanya kembali.
Enny terlihat sangat menikmati jilatanku di klitorisnya. Apalagi saat kugigit klitorisnya dengan lembut, lalu lidahku ku masukkan ke liang kenikmatannya, dan sesekali kusapukan lidahku ke lubang anusnya.
“Oooh, sshshh, aahh.. Pak Irwan, enak sekali Pak. Terusin ya Pak Irwan sayang”
Sepuluh menit, kulakukan kegiatan ini, sampai dia menekan kepalaku dengan kuat ke vaginanya, sehingga aku sulit bernafas”Pak Irwan.. aahh, Enny nggak kuat Pak.. sshh”Kurasakan kedua paha Enny menjepit kepalaku bersamaan dengan itu, kurasakan vagina Enny menjadi semakin basah. Enny sudah mencapai orgasme yang pertama. Enny masih menghentak-hentakkan vaginanya kemulutku, sementara air maninya meleleh keluar dari vaginanya. Kuhirup cairan kenikmatan Enny sampai kering. Dia terlihat puas sekali, matanya menatapku dengan penuh rasa terima kasih. Aku senang sekali melihat dia mencapai kepuasan.
Tak lama kemudian dia bangkit sambil meraih kemaluanku yang masih berdiri tegak seperti menantang dunia. Dia memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya, dan mulai menjilati kepala kemaluanku. Ooouugh, nikmatnya, ternyata Enny sangat memainkan lidahnya, kurasakan sensasi yang sangat dahsyat saat giginya yang agak tonggos itu mengenai batang kemaluanku. Agak sakit tapi justru sangat nikmat. Enny terus mengulum kemaluanku, yang semakin lama semakin membengkak itu. Tangannya tidak tinggal diam, dikocoknya batang kemaluanku, sambil lidah dan mulutnya masih terus mengirimkan getaran-getaran yang menggairahkan di sekujur batang kemaluanku.
“Pak Irwan, Enny masukin sekarang ya Pak?” pinta Enny.
Aku mengangguk, dan dia langsung berdiri mengangkangiku tepat di atas kemaluanku. Digenggamnya batang kemaluanku, lalu diturunkannya pantatnya. Di bibir vaginanya, dia menggosok-gosokkan kepala kemaluanku, yang otomatis menyentuh klitorisnya juga. Kemudian dia arahkan kemaluanku ke tengah lobang vaginanya. Dia turunkan pantatnya, dan.. slleepp.. sepertiga kemaluanku sudah tertanam di vaginanya. Enny memejamkan matanya, dan menikmati penetrasi kemaluanku.
Aku merasakan jepitan yang sangat erat dalam kemaluan Enny. Aku harus berjuang keras untuk memasukkan seluruh kemaluanku ke dalam kehangatan dan kelembaban vagina Enny. Ketika kutekan agak keras, Enny sedikit meringis. Sambil membuka matanya, dia berkata, “Pelan dong Pak Irwan, sakit nih, tapi enak banget”. Dia menggoyangkan pinggulnya sedikit-sedikit, sampai akhirnya seluruh kemaluanku lenyap ditelan keindahan vaginanya.
Kami terdiam dulu, Enny menarik nafas lega setelah seluruh kemaluanku ‘ditelan’ vaginanya. Dia terlihat konsentrasi, dan tiba-tiba.. aku merasa kemaluanku seperti disedot oleh suatu tenaga yang tidak terlihat, tapi sangat terasa dan enaak sekali. Ruaar Biasaa! Kemaluan Enny menyedot kemaluanku!
Belum sempat aku berkomentar tentang betapa enaknya vaginanya, Ennypun mulai membuat gerakan memutar pinggulnya. Mula-mula perlahan, semakin lama semakin cepat dan lincah gerakan Enny. Waw.. kurasakan kepalaku hilang, saat dia ‘mengulek’ kemaluanku di dalam vaginanya. Enny merebahkan badannya sambil tetap memutar pinggulnya. Buah dadanya yangbesar menekan dadaku, dan.. astaga.. sedotan vaginanya semakin kuat, membuat aku hampir tidak bertahan.
Aku tidak mau orgasme dulu, aku ingin menikmati dulu vagina Enny yang ternyata ada ‘empot ayamnya’ ini lebih lama lagi. Maka, kudorong tubuh Enny ke atas, sambil kusuruh lepas dulu, dengan alasan aku mau ganti posisi. Padahal aku takut ‘kalah’ sama dia.
Lalu kusuruh Enny tidur terlentang, dan langsung kuarahkan kemaluanku ke vaginanya yang sudah siap menanti ‘kekasihnya’. Walaupun masih agak sempit, tapi karena sudah banyak pelumasnya, lebih mudah kali ini kemaluanku menerobos lembah kenikmatan Enny.
Kumainkan pantatku turun naik, sehingga tititku keluar masuk di lorong sempit Enny yang sangat indah itu.
Dan, sekali lagi akupun merasakan sedotan yang fantastis dari vagina Enny. Setelah 15 menit kami melakukan gerakan sinkron yang sangat nikmat ini, aku mulai merasakan kedutan-kedutan di kepala tititku.
“Enny, aku udah nggak kuat nih, mau keluar, sayang”, kataku pada Enny.
“Iya Pak, Enny juga udah mau keluar lagi nih. Oohh, sshh, aahh.. bareng ya Pak Irwan.., cepetin dong genjotannya Pak” pinta Enny.
Akupun mempercepat genjotanku pada lobang vagina Enny yang luar biasa itu, Enny mengimbanginya dengan ‘mengulek’ pantatnya dengan gerakan memutar yang sangat erotis, ditambah dengan sedotan alami didalam vaginanya. Akhirnya aku tidak dapat bertahan lebih lama lagi, sambil mengerang panjang, tubuhku mengejang.
“Enny, hh.. hh, aku keluar sayaang”
Muncratlah air maniku ke dalam vaginanya. Di saat bersamaan, Enny pun mengejang sambil memeluk erat tubuhku.
“Pak Irwaan, Enny juga keluar paakk, sshh, aahh”.
Aku terkulai di atas tubuh Enny. Enny masih memeluk tubuhku dengan erat, sesekali pantatnya mengejang, masih merasakan kenikmatan yang tidak ada taranya itu. Nafas kami memburu, keringat tak terhitung lagi banyaknya. Kami berciuman.
“Enny, terima kasih yaa, memek kamu enak sekali” Kataku.
“Pak Irwan suka memek Enny?”
“Suka banget En, abis ada empot ayamnya sih” jawabku sambil mencium bibirnya.
Kembali kami berpagutan.
“Dibandingin sama Bu Dewi, enakan mana Pak?” pancing Enny.
“Jauh lebih enak kamu sayang”
Enny tersenyum.
“Jadi, Pak Irwan mau lagi dong sama Enny lain kali. Enny sayang sama Pak Irwan”
Aku tidak menjawab, hanya tersenyum dan memeluk Enny. Pembantu ibuku yang sekarang jadi kekasih gelapku
(sumber)
;

Cerita Seks Malam Pertama


Cerita Seks Dewasa Malam Pertama – Inilah sebuah kisah dewasa atau cerita seks sebuah malam pertama yang hot yang menarik untuk anda baca! Bila sebut sahaja malam pertama, pasti kalian semua akan membayangkan dua mempelai yang asyik merayakan diri sebagai “Raja Sehari”. Setelah penat melayat sanak dan saudara di siang hari, maka saat yang ditunggu-tunggu untuk merasai kenikmatan malam pertama pasti dinantikan. Namun apa yang ingin aku kongsikan bersama pembaca-pembaca sekalian bukanlah kenikmatan bersama isteriku melayan ranjang di malam pengantin tetapi kisah sewaktu aku menghadiri majlis perkahwinan bapa saudaraku iaitu Adik kepada papaku..

*****
Setelah semua barang siap dikemas, maka kami sekeluarga pun bertolak ke rumah Adik papaku yang berada di Kota Tinggi. Perjalanan yang memakan masa hampir dua jam, membuatkan aku lebih selesa tidur di bangku belakang dari melayan Adik dan Mamaku yang dari tadi asyik berceloteh. Kenderaan yang lalu agak berkurangan kerana cahaya matahari baru sahaja hendak membuka matanya menyinari bumi. Sememang hari cuti begini, orang lebih suka berehat di rumah dari memenatkan badan melayan suasana luar yang riuh dengan drama masing-masing.
Sampai sahaja di perkarangan rumah aku lihat ramai sanak dan saudara yang sudah sampai membanjiri ruang laman rumah bapa sandaraku. Begitu juga dengan jiran-jiran tetangga, sibuk memerah keringat membantu menjayakan majlis pada hari ini. Melihat wajah ceria Abang Zamri yang akan menamatkan zaman bujang begitu sibuk menyeliakan diri untuk persiapan persandingannya.
Tepat jam 2.30 petang, kedengaran pukulan kompang bergema memecah keriuhan di rumah pengantin. Dua mempelai seperti “Pinang di belah dua” sama padan dan sama cantik beriringan naik ke pelamin. Dengan baju songket berwarna merah hati dan pelamin putih ke kemerah-merahan, menonjolkan diri Abang Azman dan Kak Rita sebagai “Raja Sehari”. Setelah puas bertepung tawar dan bergambar kenangan diambil, maka kedua pengantin mula melayan jiran-jiran, sanak saudara dan sahabat handai yang hadir mengucapkan tahniah di atas pembinaan masjid yang baru dibina ini.
Semakin petang, tetamu semakin ramai yang pulang dan aku juga sibuk mengemaskan balik barang-barang yang telah selesai digunakan. Sedang asyik aku mengemas, tiba-tiba bahuku ditepuk dari belakang.
“Abang Zack rajinnya, sampai kita pun dia tak perasan” sergah sepupuku dari belakang.
“Eh! Reen, bila sampai? Tak nampak pun tadi” jelasku dengan nada terperanjat.
“Yelah, orang sudah lupa kita, orang bandarlah katakan”.
“Macamana nak kenal, dulu bulat tapi sekarang.. Sudah macam Siti Norhaliza”.
“Abang Zack, mak suruh pegi hantar barang ni kat rumah Pak Lang,” suaranya yang manja membuatkan aku cair bila mendengarnya.
“Kita naik motor jelah Bang, jalan sibuk lagi ni.” Jelasku bila melihat kereta yang masih lagi bersusun menyukarkan aku untuk mengeluarkan kereta.
“Ok jugak, kita pun sudah lama tak berbual-bual” wajahnya cukup comel bila memberikan senyuman.
Aku sememangnya cukup mesra dengan sepupuku yang sorang ni, sejak dari kecil lagi kami membesar bersama. Malah aku rasa ia seperti adikku sendiri apabila kami keluar dan main bersama-sama sewaktu aku di kampung dahulu. Melihat wajah dan susuk tubuh Mazreen sekarang, terpaku seketika aku. Jika dahulu dengan tubuhnya yang bulat dan pipinya yang tembam, sering menjadi bahan gelakkan kami jika keluar bersama.
Kami sering menjadi tumpuan orang ramai jika keluar makan bersama, orang lain makan sepinggan, tahu-tahu sudah habis tiga pinggan nasi di depanku ditelan oleh Reen. Tapi kini wajah yang comel itu bagaikan hilang dari sanubariku. Berdiri di depanku kini seorang gadis yang cukup ayu dan menghairahkan, mempunyai kulit kuning langsat, muka bujur sirih, berambut panjang dan yang paling aku tidak tahan apabila melihat payudaranya yang mendongak naik walaupun berbadan ramping. Punggungnya jangan ceritalah, walaupun berbaju kebaya tetapi menampakkan kepejalan yang membulat di kainnya. Aku tidak menjangka perubahan yang mendadak terhadap dirinya.
Perjalanan menuju ke rumah Pak Lang tidaklah jauh sangat tetapi terpaksa melalui jalan yang agak sunyi kerana disekelilingnya hanya dipenuhi dengan pokok-pokok getah yang merimbun. Aku mencapai motor Abang Zamri dan terus membonceng Reen menuju ke rumah Pak Lang. Sambil rancak bercerita kisah masing-masing, aku merasakan pegangan tangan Reen di pinggangku merayap ke hadapan. Pelahan-pelahan tangannya mengusap pehaku. Aku yang memakai seluar yang berkain nipis terasa geseran tangan menyentuh segala urat saraf nafsuku. Adik kecilku mula mengembang bila terasa sentuhan demi sentuhan.
“Wah! Bang, begitu besar sekarang anu Abang ni” sambil tangannya mulai mencari tiang tombakku yang dari tadi sudah berdenyut-denyut menahan kegelian dan kesedapan bila diusap-usap.
“Siapa yang jaganya, baja cukup,” luahanku antara percaya tidak percaya apa yang berlaku sekarang.
Aku semakin gelisah bila jari-jemarinya mula mengosok-gosok batangku turun dan naik. Aku melihat muka Reen selamba je bila memain-mainkan batangku, aku pula yang rasa seram sejuk bila diperlakukan sedemikian. Jalan yang lurus bagaikan bengkang-bengkok kulalui. Perhatianku terhadap pemanduan sedikit terganggu akibat tindakan berani Reen.
Teringat aku semasa zaman kanak-kanak dahulu, aku sering dijadikan pasangan pengantin bersama Reen kerana budak-budak lain tidak mahu menjadi pasangannya. Aku sering mencium pipinya yang tembam dan kadang-kadang ia melihat aku mandi bogel ketika di sungai bersama rakan-rakan yang lain. Waktu itu apa yang kami fikirkan hanyalah keseronokan dan tidak pandai lagi menilai apa itu seks. Jika dulu tiada perasaan malu untuk menayangkan badan masing-masing dan kadang-kadang aku dan Reen sama-sama mandi bogel di telaga batu belakang rumahnya.
Namun kini kami telah meningkat dewasa dan masing-masing sudah tahu apa itu sentuhan kenikmatan. Aku sememang menunggu peluang yang tidak pernah aku impikan ini. Masuk ke kawasan perkampungan rumah Pak Lang, Aku menarik tangan Reen dari terus memainkan batangku yang masih belum turun-turun sejak tadi kerana aku lihat ada mata yang memerhatikan gelagat kami bila sewaktu melalui kawasan perkampungan ini. Setelah lama dimainkan batangku, aku dapat rasakan ada sedikit cairan membasahi seluarku. Namun tidak menampakan kebasahan di seluarku.
“Sabarlah sikit kalau nak pun, malam masih ada” aku menarik nafas kelegaan kerana sejak tadi resah memikirkan tindakan berani dari sepupuku ini.
“Abang janji ye, malam ini jumpa Reen” melihat wajahnya begitu bersungguh-sungguh.
“Betul ke ni, macam tak caya je” soalku bagaikan terasa seperti bermimpi.
“Itu pun kalau Abang sudi lagi kat budak gemuk ni”.
“Ikan sudah depan mata, takkan kucing nak menolak” aku cepat-cepat mencelah takut merajuk pulak budak ni, melepas aku.
Abang Zamri macam tak sabar menunggu malam larut, baru pukul 10.00 malam sudah tak nampak kelibatnya. Aku pun apa kurangnya, kalau Abang Zamri dapat menikmati malam pertama dengan isterinya dan aku pula akan menikmati malam pertamaku dengan Reen yang tak sabar menunggu malam. Bilik yang Reen tumpang kebetulan bersebelahan dengan bilik pengantin, nampaknya malam ni ada dua pasangan yang akan menikmati malam pertama. Aku melihat jam sudah hampir pukul 12 malam dan ramai yang sudah tumbang kerana kepenatan dan ada yang tidur awal kerana keesokkan hari hendak pulang ke rumah kediaman masing-masing.
Aku pun mula merangkak perlahan menuju ke bilik yang Reen tumpangi, kebetulan hanya Reen sahaja yang masih menumpang di bilik itu kerana yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing. Aku lihat Reen hanya mengenakan baju tidur yang cukup nipis menampakan seluruh bentuk badannya. Aku melabuhkan badanku disisinya dan tanganku mengejut perlahan tubuhnya agar ia tidak peranjat dengan kehadiranku.
“Reen.. Reen.. Abang datang ni, bangunlah.” Aku membisik manja ketelinganya.
“Kenapa lambat?, sampai tertidur Reen tunggu Abang.” Tangannya mencubit lembut pipiku dan terukir senyuman di wajahnya.
“Orang masih belum tidur.. Nanti perasaan pulak kehilangan Abang.” Jawapku sambil membelai rambutnya.
Aku sudah tidak sanggup lagi menunggu lama kerana nafsu kelakianku sudah sampai kemuncak bila melihat payudaranya yang tidak berlapik itu mekar membukit di sabalik baju tidurnya itu. Aku mula mencium lembut dahinya, matanya, pipinya dan kini mulutku mula bersatu dengan bibir lembutnya yang terasa begitu asyik bila menyedutnya. Reen hanya mampu memejamkan matanya menahan kenikmatan yang dinantikannya sejak siang tadi lagi. Nafasnya kian lemas bila aku menjilat cuping telinga dan memain-mainkan lidahku dilubang telinga kirinya yang menjadi rahsia kelemahan wanita.
“Abang.. Reen benar-benar rindu dengan belaian Abang, dari dulu lagi Abang aje yang sudi berkawan dengan Reen.”
“Abang pun tak sangka kita boleh berjumpa lagi.. Dan yang paling Abang tak sangka bila lihat Reen sekarang.. Kecantikkan yang benar-benar asli yang pernah Abang jumpa.”
Aku meneruskan penerokaanku, perlahan-lahan aku membuka baju tidurnya. Reen cuba menarik selimut menutup tubuhnya yang sudah bogel tanpa seurat benang pun, mungkin malu kerana ini kali pertama aku menatap tubuhnya bila dewasa. Namun selimutnya hanya sementara menutupi tubuhnya. Melihatkan payudaranya yang tersergam indah, aku terus meramas kedua-duanya seperti Mamak menguli tepung untuk membuat roti canai. Mulutku bersatu kembali dengan mulutnya dan erangan-erangan kecil dari Reen memecahkan kesunyian malam. Aku rasa, Abang Zamri dan isterinya pun asyik melayan bahtera yang baru dibina itu. Malam ini kami sama-sama menikmati malam pertama.
“Arghh.. Urghh.. Gelilah Bang” kelihatan wajahnya masih malu-malu bila kumenatapi tubuhnya.
Keluhan nafasnya turun dan naik bila aku memainkan lidahku ku putingnya yang sudah mengeras itu. Aku sedut putingnya seperti anak kecil yang kehausan dan kadang-kadang ku gigit manja puting payudaranya. Sementara meramas dan menyedut payudaranya, tanganku terus mencari lubuk keindahan yang dimiliki oleh Reen. Jariku dapat merasai kelapangan lalang-lalang yang tumbuh di sebalik cipapnya. Mungkin Reen baru lepas mencukurnya sebab orang tua pernah pesan untuk kebaikan dan kebersihan agar cipapnya sentiasa sihat selalu. Aku pun tak tahu apa yang sihat, yang aku tahu batangku yang sihat membesar di sebalik cipapnya. Aku dapat merasai cairan kelembapan mengalir di sebalik cipapnya.
“Abang, kita buat posisi 69 ye Bang.” Luahan Reen sambil menanggalkan baju dan seluarku dan aku turut membantu menanggalkannya.
“Urghh.. Sedapnya, lagi dalam Reen” terasa kenikmatan bila ia memasukkan batangku ke dalam mulutnya.
“Panjang sangatlah batang Abang ni, tak muat mulut Reen” tangannya terus meramas-ramas biji telorku.
Aku pula terus mengelak bibir cipapnya yang sudah naik lecak terkena limbahan air lavanya. Aku lihat tembam juga cipap sepupuku ini dan biji kelentitnya sedikit terkeluar. Aku terus menjilat biji kelentitnya dan jariku mengorek-gorek lubang cipapnya. Terangkat-rangkat punggungnya menahan kegelian dan kesedapan hingga terlepas batangku dari mulutnya.
“Bang cepatlah masuk, Reen sudah tak tahan ni,” tangannya terus menarik batangku ke arah cipapnya.
“Sabarlah sikit, Abang belum puas lagi menikmati keenakkan madu segar ni.”
“Cepatlah Bang, Reen sudah dua kali klimak ni” terus ia menyandarkan badannya ke sisi katil.
Aku pun menggangkangkan sedikit pehanya agar memudahkan pelayaranku bermula. Aku halakan kepala takukku di lubangnya.
“Wah.. Sedat juga cipap budak ni”.
Namun aku tolakkannya perlahan-lahan agar kehangatan batangku dapat dirasai sepenuhnya. Bebekalkan cairan air hangatnya, agak mudah untuk aku menembusi tembok besar China ini. Namun sangkaanku meleset bila jeritannya membuat aku teperanjat.
“Aduhh.. Bang.. Pelan sikit sakit” lelehan air matanya membasahi pipi.
“Zamm! Jangan ganas sangat.. Tak lari gunung di kejar” terdengar suara mak Abang Zamri.
“Maaf Reen, Abang ingat Reen sudah pernah kena..” apa yang kusangkakan terhadap Reen rupanya salah, ia masih mempunyai dara lagi.
“Apaa.! Abang ingat Reen anak ayam, boleh diambil sesuka hati” wajahnya sedikit marah atas kelantangan mulutku yang takde insuran ni.
“Nasib baik orang ingat isteri Abang Zamri yang menjerit” aku membisikkan pelahan ke telinganya.
Namun suasana kembali sunyi bila aku meneruskan pelayaran kembali, aku lihat ada lelehan merah mengalir keluar bila aku menusuk masuk habis batangku ke dalam cipapnya. Kehangatan air hangatnya membuat aku semakin laju menongkah arus kehangatan malam ini. Ahkirnya kenikmatan yang dinantikan membuathan hasil bila renggekan kesedapan terpancar di wajah Reen. Perlahan-lahan kutolak dan kulajukan sedikit tarikanku agar kami sama-sama merasai kenikmatan yang diinginkan.
“Ehmm.. Urhh.. Sedapnya Bang, laju lagi Bang” bergoyang-goyang payudaranya mengikut rentak pelayaranku.
Setelah puas dengan berada di atas kini giliranku pula di bawah, menanti dan menerima hentakan demi hentakan dari Reen. Semakin lama semakin mahir Reen menongkat arus, sampan yang dikemudi terasa hampir karam dipertengahan jalan namun aku terus menahan dengutan-denyutan kenikmatan dari batangku yang tersepit dari kemutan demi kemutan yang sukar untuk kulepaskan.
Yang pendek telah kupanjangkan, yang rendah telah kutinggikan, hutan tebal telah kuredahi, lautan dalam telah kuterokai, langit biru hampir kucapai, kini hanya menanti garis penamat untuk selesaikan pelarianku. Setelah hampir 2 jam kami menghabiskan detik kenikmatan malam pertama ini setelah lama berpisah, kini aku sudah basah keletihan.
“Arghh.. Reen, Abang sudah nak terpancut ni” terasa begitu keras batangku menegang.
“Abang pancut dalam sahaja agar kita sama-sama merasai kenikmatannya..” mulutnya terus memainkan payudara kecilku.
“Arghh.. Urhh.. Sedapnya” tembak demi tembakan kulepaskan ke dalam lubang vaginanya.
Reen memeluk erat badanku dan aku hanya membiarkan batang dilubuk kenikmatannya sehingga batangku mengecil. Lelehan demi lelehan keluar dari cipapnya melecakkan badanku. Kehangatan cairannya memberikan kepuasan yang benar-benar kurasai pada malam ini yang turut dikongsi bersama dengan Abang Zamri. Aku terdampar kelesuan di dalam pelukan Reen.
“Reen.. Kenapa mesti menyerahkan mahkota kesucian Reen kepada Abang?”.
“Reen anggap Abang dan macam suami Reen sejak kita menjadi pengantin dari kecil lagi, salahkah Reen memberi kepada orang yang banyak berbudi pada Reen sejak kecil lagi?”
Aku tidak dapat memberikan jawapan atas persoalannya tetapi kenikmatan yang kuberikan pada malam ini kepadanya dapatlah diterima dengan seribu kepuasan yang dikorbankan padaku pada malam ini. Aku terus mencium dahinya dan kami bertarung lagi buat kali kedua pada malam itu kerana esok aku akan kembali semula ke kota dan biarlah kenangan yang kami bina ini akan berpanjangan kerana kesibukan diri masing-masing menyukarkan untuk kami bertemu. Semoga ada sinar buat kami pada hari esok
;

Monday, 27 February 2012

JERUK KURANGI RISIKO STROKE PADA WANITA


Pola makan kaya buah citrus seperti jeruk dan jeruk bali dapat mengurangi risiko wanita mengalami gangguan stroke.

Sebuah studi menyebutkan, wanita yang mengonsumsi buah citrus seperti jeruk, jeruk bali dan lemon secara teratur memiliki risiko 19 persen lebih rendah menderita stroke iskemik ketimbang wanita dengan asupan jeruk jarang.
Stroke iskemik adalah kondisi dimana aliran darah ke otak tersumbat, kadang-kadang diakibatkan oleh penyumbatan arteri.
Dalam beberapa penelitian terungkap manfaat asupan buah. Pada penelitian terbaru ini, ilmuwan mengamati asupan berbagai jenis buah. Studi sebelumnya menemukan flavonoid yang ditemukan dalam buah dan sayuran menguntungkan namun tak semuanya mampu mengurangi risiko stroke.
Studi yang melibatkan hampir 70ribu wanita selama 14 tahun mengamati pola makan termasuk rincian asupan buah mereka.
Hasilnya mengungkap buah jeruk mengandung subkelompok flavaonoids, yang disebut flavanones, yang berkaitan dengan risiko stroke rendah. Peneliti menyarankan agar memakan langsung buah jeruk ketimbang minum jus jeruk komersil. Sebab, jus jeruk umumnya mengandung banyak gula.
Studi ini akan diterbitkan dalam Journal of American Heart Association edisi April.
[Sumber : vivanews]
;

9 TIPS HEMAT UNTUK TAMPIL CANTIK


Perhatian wanita pada kecantikan wajah dan tubuh menjadi paling utama. Tapi banyak wanita yang menghabiskan banyak uang hanya untuk merawat kecantikan wajah dan tubuhnya.

Sebenarnya menjadi cantik tidak harus mengeluarkan banyak uang. Dengan beberapa cara seperti yang dikutip dari Sheknows, Anda bisa menghemat uang untuk tampil sempurna.

1. Mewarnai rambut sendiri
Mewarnai rambut sendiri adalah solusi yang tepat untuk menekan biaya Anda. Hasil pewarnaan Anda sendiri pun tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan hasil pewarnaan stylist ternama di salon jika tahu cara yang tepat.

2. Tentukan waktu untuk melakukan perubahan pada potongan rambut
Semakin pendek potongan rambut, maka Anda kemungkinan akan menghabiskan dua kali dalam setahun untuk melakukan pemotongan berikutnya di salon. Tetapi bila Anda memiliki potongan rambut panjang, maka tentukan untuk datang ke salon, 2-3 bulan sekali.

3. Lakukan trim ujung rambut
Jika Anda sesekali sedang melakukan perawatan di salon, sempatkan melakukan trim ujung rambut untuk menyingkirkan rambut rusak dan pecah-pecah. Jika rambut Anda sehat dan indah maka perawatan yang akan Anda lakukan pun tidak akan sulit dan dapat dilakukan sendiri

4. Mendaftarkan diri ke sekolah kecantikan
Walaupun Anda sering melakukan perawatan pada wajah dan tubuh sendiri tanpa belajar, tetapi sebaiknya Anda mengembangkannya di sekolah kecantikan. Mengeluarkan biaya satu kali untuk membiayai Anda mengemban ilmu di sekolah tersebut, jauh lebih hemat dibandingkan Anda harus pergi ke salon setiap saat. Setelah program sekolah selesai Anda pun bisa mewarnai rambut, memotong rambut dan manicure/pedicure sendiri di rumah.

5. Membeli produk kecantikan dengan ukuran besar
Jika Anda sudah memiliki kecocokkan dengan sebuah produk kecantikan tertentu sebaiknya beli kemasan produk tersebut dalam ukuran besar. Selain mendapatkan isi yang lebih banyak, Anda juga mendapatkannya dengan harga yang lebih murah.

6. Mencari tempat alternatif untuk membeli produk kecantikan
Coba untuk membeli produk kecantikan di department store, supermarket dan drugstore. Biasanya harga produk tertentu dengan merk dapat Anda temukan lebih murah daripada membelinya di toko khusus produk kecantikan.

7. Membeli produk diskon dan mencoba produk sample
Jika Anda melihat produk kecantikan yang sedang diskon, maka belilah! Biasanya diskon produk kecantikan hanya berlaku jika musim tertentu. Anda juga bisa mencoba produk sample yang biasanya diberikan dengan gratis.

8. Merawat kaki yang sehat
Selain pedicure, Anda dapat merawat kesehatan kaki dengan kegiatan sehari-hari. Usahakan untuk berjalan kaki satu hari minimal 1.000 langkah, menggunakan alas kaki yang tepat dan melakukan pemijatan pada kaki Anda. Jika kaki Anda bau, sebaiknya lakukan perawatan dengan mengunakan bedak atau gel kaki anti bau sebelum menggunakan alas kaki.

9. Memaksimalkan penggunaan parfum
Jangan menggunakan parfum secara berlebihan, karena dapat membuat orang yang menciumnya menjadi pusing. Semprotkan parfum pada bagian tubuh yang tepat. Menggunakan parfum di pergelangan tangan bagian dalam, siku lengan bagian dalam, belakang telinga, dada dan leher akan membantu harum dari parfum tahan lebih lama.
;

Selebriti Berlenggok dengan Kebaya


detail berita

MENGUMPULKAN banyak selebriti papan atas untuk berlenggok di atas catwalk dengan kebaya memang tidak mudah. Namun di acara penutupan Indonesia Fashion Week, Anne Avantie bisa membuktikannya.

Di acara penutupan IFW di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Anne Avantie berhasil menyuguhkan pergelaran epic hasil kolaborasi dengan Guruh Soekarnoputra dan Garin Nugroho. Anne memamerkan beragam koleksi busana, mulai dari kebaya, busana siap pakai (lawasan), dan batik berprada dengan emas coletan.

Dengan konsep pergelaran busana yang terencana secara matang, koleksi Ane terlihat apik dan cantik dalam bidikan kamera para fotografer. Apalagi model yang didapuk memamerkan busananya sudah berpengalaman dan sebagian besar dari kalangan selebriti.

Sebut saja Krisdayanti, Yuni Shara, Vina Panduwinata, Bunga Citra Lestari, Tsania Marwah, Atiqah Hasiholan, Marcella Zalianty, dan masih banyak lagi. Mereka begitu luwes membawakan busana karya desainer asal Kota Semarang dengan sempurna.

Tsania Marwah, misalnya, yang tampil dengan sang suami Atalarik Syah berhasil membuat penonton berdecak kagum. Sambil memamerkan kemesraan sebagai pasangan suami istri, mereka berdua terlihat serasi dengan busana masing-masing. Begitu juga dengan Rio Dewanto dan sang kekasih, Atiqah Hasiholan tak mau kalah saat unjuk penampilan di hadapan ratusan tamu undangan yang memenuhi Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (26/2/2012).

Di acara penutupan IFW, desainer ramah ini tidak tampil sendiri. Musa Widyatmodjo dan Ferry Sunarto juga ikut berpartisipasi. Ferry mengusung tema “The Fascinating Romance” yang terinspirasi dari Pulau Dewata dan diwujudkan dalam busana kebaya.

Sementara Musa Widyatmodjo memamerkan koleksi siap pakai dari label M by Musa. Lewat tema “The (Ine) Kelimutu”, Musa banyak menghadirkan busana bagi wanita cosmopolitan dengan sentuhan Indonesia. Desainnya diwujudkan secara modern dan classy dalam bentuk dress, top, celana, dan rok yang sesuai selera pembeli potensial di tingkat lokal maupun internasional.(http://lifestyle.okezone.com)
;

GALLERY FOTO-FOTO CANTIK DAN SEKSI DARI PUTRI DENMARK

Mungkin udah banyak yang tahu tentang video lucu suami Presiden Finlandia yang mencoba mengintip belahan dada dari Putri Denmark [klik disini]. Sekarang pertanyaannya, kenapa sampai suami Presiden Finalndia nekat mengintip belahan dada dari Putri Denmark ?

Namanya juga laki-laki normal, pastinya kalau ada wanita cantik disebelahnya norma isengnya pasti akan muncul. Tapi tidak dapat dipungkiri kalau Putri Denmark ini sangat cantik dan seksi, walaupun sudah bersuami dan punya anak-anak yang lucu-lucu. Seksi dan keindahan tubuhnya masih menjadi magnet yang menarik untuk diintip semua pria.
INILAH FOTO-FOTO CANTIK DAN SEKSI DARI PUTRI DENMARK :







;